Notification

×

Kategori Tulisan

Cari Tulisan/Kata/Judul

Iklan

www.faarsyam.my.id Iklan Tersedia Disini

Iklan

www.faarsyam.my.id Iklan Tersedia Disini

Dua Supertanker Putar Haluan di Selat Hormuz Saat Negosiasi AS–Iran Mandek

Minggu, 12 April 2026 | April 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-12T14:31:11Z

Faarsyam — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memengaruhi aktivitas pelayaran global. Dua kapal tanker minyak berukuran sangat besar (VLCC) dilaporkan membatalkan rute dan berbalik arah di sekitar Selat Hormuz, menyusul mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data pelacakan kapal, supertanker Agios Fanourios I yang semula menuju Irak serta Shalamar yang mengarah ke Uni Emirat Arab memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan keluar dari jalur tersebut. 

Keputusan ini terjadi di tengah kabar bahwa perundingan kedua negara tidak menghasilkan kesepakatan.

Sementara itu, kapal tanker lain, Mombasa B, tetap melanjutkan pelayaran melalui koridor yang telah disetujui otoritas Iran. Kapal tersebut melintas di antara Pulau Larak dan Pulau Qeshm, jalur yang berada dalam pengawasan ketat Teheran, meski tujuan akhirnya belum terkonfirmasi.

Belum ada penjelasan resmi terkait alasan perubahan rute dua kapal tersebut. Namun, waktu kejadian yang berdekatan dengan kegagalan diplomasi memperkuat indikasi bahwa faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Dalam kondisi normal, sekitar ratusan kapal melintasi perairan ini setiap hari, membawa sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia. Ketegangan geopolitik yang meningkat membuat lalu lintas di kawasan tersebut berada dalam tekanan.

Iran sendiri diketahui masih mengontrol ketat akses ke selat tersebut, termasuk mewajibkan kapal mengikuti rute tertentu serta memperoleh persetujuan dari otoritas terkait. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi pelaku industri pelayaran dan energi global.

Perkembangan ini menegaskan bahwa stabilitas Selat Hormuz sangat bergantung pada dinamika hubungan antara Washington dan Teheran. Selama belum ada titik temu dalam perundingan, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam menentukan jalur distribusi energi melalui kawasan tersebut.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: “Sesungguhnya segala amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan.”

[Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim]

#faarsyam

#FYI

×
Ingin Traktir Penulis (Faarsyam)? Disini