-->

Notification

×

Kategori Tulisan

Cari Tulisan/Kata/Judul

Iklan

www.faarsyam.my.id Iklan Tersedia Disini

Iklan

www.faarsyam.my.id Iklan Tersedia Disini

HANYA 12 KAPAL YANG BOLEH LEWAT PERHARI, IRAN RAUP 34 MILLIAR RUPIAH PERHARI

Senin, 13 April 2026 | April 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-13T05:11:15Z




Faarsyam - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali berdampak pada jalur distribusi energi global. Iran dilaporkan memberlakukan pembatasan ketat terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Dalam kebijakan terbaru, Iran hanya mengizinkan sekitar 12 kapal melintas setiap hari.
Jumlah ini jauh di bawah kapasitas normal Selat Hormuz yang biasanya dilalui puluhan hingga ratusan kapal harian, termasuk kapal tanker pengangkut minyak mentah dan gas.
Selain pembatasan jumlah, kapal yang ingin melintasi perairan tersebut diwajibkan memperoleh izin khusus dari otoritas Iran. Mereka juga harus mengikuti rute pelayaran yang telah ditentukan serta membayar biaya transit yang sangat tinggi. Untuk kapal tanker besar, biaya yang dikenakan dapat mencapai sekitar 2 juta dolar AS atau setara kurang lebih Rp34 miliar.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya. Meski sempat tercapai kesepakatan gencatan senjata sementara, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil. Iran tetap mempertahankan kontrol ketat terhadap jalur strategis tersebut melalui kehadiran militernya.
Selat Hormuz memiliki peran krusial dalam perdagangan energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dikirim melalui jalur ini, menjadikannya sebagai salah satu titik paling sensitif dalam sistem distribusi energi internasional. Setiap gangguan di wilayah ini berpotensi langsung memengaruhi harga minyak dan stabilitas ekonomi global.
Pembatasan yang diterapkan Iran telah menyebabkan penurunan signifikan volume lalu lintas kapal. Sejumlah laporan menunjukkan banyak kapal tertahan dan memilih menunda perjalanan karena tingginya biaya serta risiko keamanan. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional dalam beberapa waktu terakhir.
Analis menilai, langkah Iran tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga sebagai strategi tekanan politik dan ekonomi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Dengan mengendalikan akses ke Selat Hormuz, Iran memiliki posisi tawar yang kuat dalam dinamika geopolitik kawasan.
Ke depan, perkembangan situasi di Selat Hormuz akan terus menjadi perhatian dunia. Stabilitas jalur ini sangat menentukan kelancaran pasokan energi global serta berpengaruh langsung terhadap perekonomian banyak negara, termasuk negara-negara pengimpor minyak.
FYI

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: “Sesungguhnya segala amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan.”

[Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim]

Iklan

Contact NowSedia Ruang Iklan

#FYI

×
Ingin Traktir Penulis (Faarsyam)? Disini