Iklan Atas Header
Langsung ke konten utama

Disaat Ini Penglihatan Matamu Menjadi Lebih Tajam Dari Teleskop

STOP
KEBAKARAN

Cegah Karhutla — Lindungi Hutan & Lahan PEDULI HUTAN

Waspada musim kemarau, cegah api sejak dini demi udara bersih dan masa depan bumi!

FAARSYAM

Faarsyam.my.id - Ada satu kenyataan yang selama hidup tidak dapat disaksikan manusia dengan mata biasa. Kita hidup di dunia yang tampak, sementara di balik kehidupan yang kita lihat terdapat perkara-perkara gaib yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya. Malaikat tidak menjadi bagian dari penglihatan manusia sehari-hari. Alam barzakh belum menjadi pengalaman langsung bagi orang yang masih hidup. Kehidupan setelah kematian masih berada di balik tabir yang tidak dapat ditembus oleh pandangan manusia di dunia.

Manusia boleh lalai karena belum melihat. Tetapi akan tiba keadaan ketika tabir itu disingkapkan dan apa yang selama ini tidak terlihat menjadi kenyataan yang dihadapi secara langsung.

Gambaran yang sangat kuat tentang perubahan keadaan tersebut terdapat dalam rangkaian Surah Qaf. Al-Qur'an tidak langsung berbicara tentang penglihatan yang menjadi tajam. Sebelumnya Allah menyebut datangnya sakratulmaut, kemudian keadaan setelahnya, hingga manusia berada di hadapan kenyataan yang selama hidupnya belum ia saksikan.

Dari Sakratulmaut Menuju Tersingkapnya Tabir

Allah berfirman dalam QS. Qaf ayat 19 bahwa sakratulmaut datang dengan sebenar-benarnya. Itulah sesuatu yang dahulu hendak dihindari manusia. Kemudian rangkaian ayat tersebut bergerak kepada hari ketika sangkakala ditiup dan setiap manusia datang bersama malaikat penggiring dan saksi. Setelah itu barulah datang ayat yang sangat mengguncangkan tentang disingkapkannya penutup dari pandangan manusia.

QS. QAF · AYAT 22
لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ
“Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.”
Al-Qur'an · QS. Qaf: 22

Perhatikan susunan katanya. “Kamu dahulu lalai.” Kemudian, “Kami singkapkan penutupmu.” Lalu, “penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.” Ini bukan gambaran tentang manusia sekadar menjadi lebih sadar secara psikologis. Ayat tersebut berbicara menggunakan gambaran tentang penutup yang disingkap dan penglihatan yang menjadi tajam.

Tafsir Ma'arif al-Qur'an bahkan memberi penjelasan untuk ayat ini dengan tema “The Unseen World Becomes Visible at Death”, yaitu dunia gaib menjadi terlihat pada saat kematian. Tafsir tersebut menjelaskan perbedaan antara keadaan manusia di dunia dan keadaan setelah kematian dengan perumpamaan bahwa kehidupan dunia seperti keadaan tidur, sedangkan setelah kematian manusia memasuki keadaan seperti terbangun sehingga realitas yang sebelumnya tidak terlihat menjadi tersingkap.

Namun tafsir juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa yang menjadi sasaran ayat ini. Ibn Kathir mencatat beberapa pendapat, termasuk pendapat bahwa ayat tersebut ditujukan kepada orang kafir dan pendapat yang memahaminya secara lebih umum. Karena itu, pesan ayat tidak seharusnya dipersempit menjadi klaim bahwa hanya golongan tertentu yang akan mengalami tersingkapnya tabir.

Apa yang Selama Ini Tidak Terlihat

Di sinilah ayat tersebut menjadi sangat dalam untuk direnungkan. Selama hidup, manusia tidak melihat seluruh kenyataan yang mengelilinginya. Kita tidak melihat malaikat dengan penglihatan biasa. Kita tidak menyaksikan kehidupan barzakh sebagaimana kita menyaksikan rumah, jalan dan manusia di sekitar kita. Kita beriman kepada semua itu karena Allah dan Rasul-Nya memberitakannya.

Ketika tabir disingkapkan, keadaan tersebut berubah. Sesuatu yang sebelumnya berada di balik batas penglihatan manusia tidak lagi berada dalam keadaan yang sama. Penglihatan menjadi tajam karena manusia telah berpindah menuju keadaan yang berbeda dari kehidupan dunia.

Hal ini juga harus dibedakan dari rincian yang diterangkan melalui hadis. Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang meninggal, ia diperlihatkan tempatnya, baik di surga maupun di neraka, hingga Allah membangkitkannya pada hari kiamat. Hadis tersebut tercantum dalam Sahih al-Bukhari 1379.

Dalam hadis lain, keadaan orang yang telah diletakkan di dalam kubur juga dijelaskan. Ia mendengar langkah orang-orang yang meninggalkannya, kemudian dua malaikat datang dan bertanya kepadanya. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa seorang mukmin diperlihatkan tempatnya di neraka yang kemudian diganti dengan tempat di surga, sehingga ia melihat keduanya.

Karena itu, pembahasan tentang melihat malaikat, keadaan alam kubur, dan diperlihatkannya tempat seseorang tidak boleh semuanya dikatakan sebagai terjemahan QS. Qaf:22. QS. Qaf:22 memberi gambaran tentang tersingkapnya penutup dan tajamnya penglihatan, sedangkan rincian keadaan setelah kematian diterangkan pula melalui hadis-hadis Nabi.

Yang Dahulu Tidak Terlihat Menjadi Kenyataan

Bayangkan manusia yang sepanjang hidupnya mendengar tentang kematian tetapi merasa kematian masih jauh. Ia mendengar tentang malaikat, tetapi tidak melihatnya. Ia membaca tentang kehidupan setelah dunia, tetapi belum mengalaminya. Ia membaca ancaman dan janji Allah, tetapi semuanya masih berada di hadapan keyakinan dan keimanan.

Lalu datanglah saat yang tidak dapat ditolak.

Sakratulmaut datang dengan sebenar-benarnya. Apa yang dahulu hendak dihindari akhirnya berada di hadapan manusia. Rangkaian QS. Qaf kemudian membawa manusia kepada keadaan ketika penutup disingkapkan dan penglihatannya menjadi tajam.

Pada saat itu, persoalan tidak lagi sesederhana pertanyaan apakah kehidupan setelah kematian benar atau tidak. Manusia telah memasuki kenyataan yang selama hidupnya berada di balik tabir.

Itulah mengapa kata “lalai” dalam ayat ini begitu menggugah. Kelalaian bukan berarti manusia sama sekali tidak pernah mendengar peringatan. Banyak orang sudah mendengar tentang kematian berkali-kali. Banyak orang membaca Al-Qur'an. Banyak orang menghadiri pemakaman. Banyak orang menyaksikan orang yang dicintainya meninggal.

Tetapi mengetahui kematian secara informasi berbeda dengan menghadapi kematian secara langsung.

Jangan Menunggu Sampai Melihat

Inilah pesan yang seharusnya dibawa pulang oleh orang yang masih hidup. Hari ini kita masih berada pada keadaan ketika perkara gaib belum seluruhnya diperlihatkan kepada kita. Kita masih berada pada masa ketika iman memiliki nilai yang sangat besar karena kita beriman sebelum melihat.

Kita masih bisa salat ketika belum melihat apa yang dijanjikan. Kita masih bisa bersedekah ketika belum melihat balasannya. Kita masih bisa meninggalkan dosa meskipun belum melihat akibat akhirnya. Kita masih bisa meminta maaf sebelum kematian memutus kesempatan untuk melakukannya.

Jangan menunggu sampai tabir disingkapkan untuk kemudian berkata bahwa ternyata semua yang diberitakan Allah benar.

Jangan menunggu sampai kematian datang untuk baru memahami bahwa dunia bukan tempat tinggal selamanya.

Jangan menunggu sampai keadaan yang gaib menjadi terlihat untuk kemudian berharap dapat kembali dan memperbaiki apa yang telah dilakukan.

Sebab kesempatan manusia yang paling berharga justru berada sebelum melihat.

Sekarang kita belum melihat. Tetapi kita masih bisa memilih.

Sekarang kita belum melihat. Tetapi kita masih bisa bertobat.

Sekarang kita belum melihat. Tetapi kita masih bisa memperbaiki amal.

Ketika tabir telah disingkapkan, manusia akan melihat dengan pandangan yang berbeda. Namun kehidupan dunia yang menjadi tempat untuk beramal tidak selamanya terbuka.

Karena itu, jangan sampai manusia baru benar-benar melihat ketika kesempatan untuk mengubah hidup telah berakhir.

Jadi Intinya...

01 · TABIR DISINGKAP

QS. Qaf:22 menggambarkan bahwa penutup disingkapkan sehingga penglihatan manusia menjadi sangat tajam. Ayat ini berada dalam rangkaian pembahasan tentang sakratulmaut dan keadaan setelahnya.

02 · YANG GAIB MENJADI NYATA

Perkara yang selama hidup belum dapat disaksikan manusia secara langsung tidak selamanya berada di balik tabir. Dalil-dalil tentang kematian dan alam barzakh menjelaskan sebagian keadaan yang akan dihadapi manusia setelah kematian.

03 · JANGAN MENUNGGU

Selama masih hidup, manusia masih memiliki kesempatan untuk beriman, bertobat, memperbaiki amal dan meminta maaf. Jangan menunggu sampai melihat kenyataan gaib ketika kesempatan untuk memperbaiki kehidupan dunia telah berakhir.

#QSQaf22 #SakratulMaut #Kematian #AlamGaib #AlamBarzakh #Taubat
STOP
KEBAKARAN

Cegah Karhutla — Lindungi Hutan & Lahan PEDULI HUTAN

Waspada musim kemarau, cegah api sejak dini demi udara bersih dan masa depan bumi!

FAARSYAM

Komentar