Faarsyam: Tel Aviv — Sebuah kelompok peretas yang diduga berasal dari Iran mengklaim berhasil membobol ponsel pribadi mantan Panglima Militer Israel, Herzi Halevi, dan memperoleh puluhan ribu data sensitif. Insiden ini dinilai sebagai salah satu kebocoran siber paling serius yang melibatkan pejabat tinggi militer Israel.
Kelompok yang menamakan diri mereka Handala Hack Team menyatakan telah menjalankan operasi peretasan tersebut dalam jangka waktu lama. Mereka mengaku berhasil mengakses lebih dari 19.000 file, yang terdiri dari foto dan video yang diklaim berasal dari pertemuan-pertemuan rahasia tingkat tinggi.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut bahwa akses yang mereka peroleh tidak hanya terbatas pada data pribadi, tetapi juga mencakup informasi strategis, termasuk detail fasilitas sensitif dan pusat komando. Mereka bahkan mengklaim telah memantau aktivitas internal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan militer.
Sebagian materi yang disebut berhasil diakses dilaporkan memperlihatkan Halevi dalam sejumlah pertemuan dengan pejabat penting di kawasan Timur Tengah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi terbukanya komunikasi diplomatik maupun koordinasi militer yang bersifat rahasia.
Herzi Halevi sendiri diketahui telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel pada Maret 2025, setelah memimpin operasi militer dalam konflik berkepanjangan di Gaza. Meski demikian, data yang diduga bocor tetap memiliki nilai strategis tinggi karena berkaitan dengan jaringan dan aktivitas pejabat militer senior.
Peristiwa ini kembali menegaskan meningkatnya ancaman perang siber di tengah ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel. Aksi peretasan terhadap tokoh penting militer menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di medan fisik, tetapi juga merambah ke ranah digital dengan dampak yang tidak kalah signifikan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel terkait klaim peretasan tersebut. Namun, kasus ini diperkirakan akan mendorong evaluasi besar-besaran terhadap sistem keamanan digital, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan data pejabat tinggi negara.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: “Sesungguhnya segala amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan.”
[Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim]